Dalam pengolahan data—mulai dari akuntansi, pricing, forecasting, hingga analisis ilmiah—pembulatan angka menentukan konsistensi laporan, akurasi komunikasi, dan kejelasan hasil perhitungan.
Fungsi ROUND di Excel adalah alat untuk menghasilkan angka yang rapi, mudah dibaca, dan tetap akurat secara matematis. ROUND tidak hanya membulatkan angka, tetapi mengontrol berapa banyak detail yang ingin kita tampilkan tanpa mengubah logika perhitungan inti.
Artikel ini membahas ROUND secara mendalam: konsep, penggunaan praktis, contoh dunia nyata, hingga kesalahan umum yang sering terjadi.
File: fungsi-round-excel.xlsx
Apa Itu Fungsi ROUND di Excel?
Fungsi ROUND adalah fungsi Excel untuk membulatkan angka ke jumlah digit tertentu berdasarkan aturan pembulatan standar.
Sintaksis
ROUND(number; num_digits)
- number (wajib): Nilai numerik yang ingin dibulatkan.
- num_digits (wajib): Jumlah digit desimal yang diinginkan
- Nilai positif untuk membulatkan sebelah kanan koma
- Nol untuk membulatkan ke bilangan bulat terdekat
- Nilai negatif untuk membulatkan ke kiri koma: puluhan, ratusan, dan seterusnya.
Bagaimana Pembulatan ROUND Bekerja?
ROUND menggunakan konsep pembulatan standar.
- Jika angka yang dibulatkan kurang dari 5, maka digit di depannya tetap. Rumus di bawah mengembalikan 3,14 karena angka yang dibulatkan, yaitu 2, lebih kecil dari 5.
=ROUND(3,14259; 2) - Jika angka yang dibulatkan lebih besar atau sama dengan 5, maka digit di depannya naik 1. Rumus di bawah mengembalikan 3,1426 karena angka yang dibulatkan, yaitu 9, lebih besar atau sama dengan 5.
=ROUND(3,14259; 4)
Kapan Menggunakan Fungsi ROUND?
- Menyajikan angka yang konsisten dalam laporan keuangan
- Menyederhanakan angka untuk presentasi atau publikasi
- Menghilangkan noise dalam analisis statistik
- Menghasilkan angka yang ramah untuk presentasi atau pelanggan
- Mengendalikan presisi dalam perhitungan ilmiah atau teknik.
Tips Menggunakan Rumus ROUND
- Selalu tentukan jumlah digit sesuai kebutuhan laporan. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, agar hasil tetap relevan dan tidak menyesatkan.
- Gabungkan dengan fungsi lain untuk fleksibilitas. Misal, gunakan ROUND bersama IF untuk membulatkan hanya pada kondisi tertentu.
- Hindari membulatkan data mentah. Lakukan pembulatan pada hasil akhir, bukan pada data sumber, agar akurasi tetap terjaga.
- Kenali perbedaan dengan fungsi lain seperti ROUNDUP, ROUNDDOWN, dan MROUND. Gunakan ROUND jika ingin pembulatan standar (ke atas atau ke bawah tergantung nilai desimal).
Contoh Rumus ROUND di Excel
Pembulatan Forecast Penjualan untuk Rapat Perencanaan
Aplikasi perhitungan forecast penjualan memberikan hasil dengan desimal panjang. Dalam rapat, kita membutuhkan angka yang lebih mudah dipresentasikan.
Rumus berikut membulatkan angka sampai satuan terdekat.
=ROUND(B2; 0)
Pembulatan Harga Promo ke Ratusan Terdekat
Sebuah toko menggunakan aplikasi untuk menghitung harga promo barang-barang dagangan mereka. Toko kemudian membulatkan harga ke ratusan terdekat untuk mempermudah kembalian bagi pelanggan.
=ROUND(A2; -2)
Pembulatan Rating Produk ke 1 Desimal
Sebuah toko online ingin menampilkan peringkat untuk setiap produk di website mereka. Perusahaan membulatkan setiap peringkat 1 angka di belakang koma untuk memudahkan pelanggan membaca.
=ROUND(B2; 1)
Pembulatan Harga Dinamis ke Kelipatan 5000
Sebuah toko menghitung harga produk berdasarkan beberapa faktor. Toko kemudian membulatkan hasilnya ke 5000-an terdekat untuk memudahkan pelanggan membayar.
=ROUND(B2/5000; 0)*5000
Pembulatan Skor Tertimbang Supplier
Sebuah perusahaan memberi penilaian kepada setiap supplier berdasarkan harga, kecepatan pengiriman barang, serta kualitas. Perhitungan menggunakan kombinasi dengan SUMPRODUCT untuk menghasilkan skor tertimbang. Untuk menyederhanakan pembacaan, perusahaan membulatkan setiap skor 2 angka di belakang koma.
=ROUND(SUMPRODUCT(B5:D5; $B$2:$D$2); 2)
Pembulatan Toleransi Manufaktur
Rumus berikut menggabungkan beberapa sumber toleransi dengan metode RSS (Root of Sum Square) lewat kombinasi SQRT dan SUMSQ. ROUND memastikan hasil akhir memiliki presisi empat desimal—sesuai kebutuhan gambar teknik yang menuntut kejelasan, konsistensi, dan kemudahan manufaktur.
=ROUND(SQRT(SUMSQ(B2:D2));4)
Pembulatan Break-Even Point
Rumus berikut menghitung berapa unit yang harus terjual untuk setiap produk agar mencapai break-even atau impas. Agar hasil lebih mudah dibaca, hasil perhitungan dibulatkan sampai ke satuan terdekat.
=ROUND(B2/(C2-D2);0)
Pembulatan Angka Ilmiah ke Significant Figures
Rumus di bawah menghitung jumlah digit yang perlu dipertahankan berdasarkan besar kecilnya angka. ROUND membulatkan hasil sesuai dengan aturan pembulatan (significant figures). ROUND memastikan angka ilmiah:
- tidak terlalu detail,
- tidak terlalu kasar,
- dan mencerminkan ketelitian alat ukur secara akurat.
=ROUND(A2; B2 - 1 - INT(LOG10(ABS(A2))))
Masalah Umum Rumus ROUND dan Solusinya
| Kesalahan | Penyebab | Solusi |
| Error #VALUE! | Parameter number atau num_digits bukan angka | Pastikan semua parameter adalah angka atau cell yang berisi angka. |
| Hasil tidak sesuai harapan | Pembulatan dilakukan pada data mentah, bukan hasil akhir. | Lakukan pembulatan setelah seluruh perhitungan selesai. |
| Desimal tidak muncul | Format cell diatur sebagai bilangan bulat atau General | Ubah format cell ke Number dengan jumlah desimal sesuai kebutuhan. |
| Angka terlihat sama, hasil berbeda | Pembulatan visual (format angka) berbeda dengan pembulatan fungsi ROUND (nilai sesungguhnya). | Gunakan fungsi ROUND untuk memastikan nilai benar-benar dibulatkan, bukan hanya tampilannya. |
Kesimpulan
Fungsi ROUND adalah alat penting untuk menghasilkan angka yang rapi, konsisten, dan profesional. Dengan memahami cara kerja pembulatan, memilih jumlah digit yang tepat, dan menggabungkan ROUND dengan fungsi lain, kita dapat meningkatkan kualitas laporan, analisis, dan komunikasi data.
ROUND bukan hanya fungsi matematika — ia adalah alat presentasi, akurasi, dan storytelling angka.