Lompat ke konten
Home » Blog » Fungsi IFS Excel: Cara Membuat Banyak Kondisi Tanpa IF Bersarang

Fungsi IFS Excel: Cara Membuat Banyak Kondisi Tanpa IF Bersarang

Share :

Bila sering menggunakan rumus IF dengan banyak kondisi, kemungkinan kita pernah bertemu nested IF atau fungsi IF bertingkat atau bersarang atau bertumpuk.

Semakin banyak IF tersarang, seringnya makin bingung kita melihat keseluruhan rumus, apalagi dengan banyak tanda kurung.

Sebagai solusi, kita bisa menggunakan fungsi IFS Excel.

Demo-demo di artikel ini menggunakan data pada file berikut.

File: data-fungsi-ifs-excel.xlsx, hasil-fungsi-ifs-excel.xlsx.

Apakah Fungsi IFS Excel Itu?

Fungsi IFS adalah fungsi kondisional yang meletakkan semua evaluasi dan potensi hasilnya di dalam satu fungsi.

IFS akan mengembalikan nilai sesuai dengan kriteria yang menghasilkan TRUE.

Fungsi IFS baru tampil sejak versi 2016. Jadi, bila teman-teman menggunakan fungsi IFS di Excel 2013, misalkan, error #NAME akan tampil.

Sintaksis
IFS(logical_test1; value_if_true1; [logical_test2; value_if_true2]; [logical_test3; value_if_true3];…)
  • logical_test1 (wajib) adalah ekspresi logika pertama fungsi IFS dan mengembalikan nilai TRUE atau FALSE.
  • value_if_true1 (wajib) nilai atau ekspresi wajib yang dijalankan bila logical_test1 bernilai TRUE.
  • logical_test2 sampai logical_test127 (opsional) adalah ekspresi logika yang dijalankan bila ekspresi logika sebelumnya bernilai FALSE.
  • value_if_true2 sampai value_if_true127 (opsional) adalah nilai atau ekspresi yang dijalankan bila logical_test2 atau logical_test127 bernilai TRUE.

Cara Menggunakan Fungsi IFS Excel

Untuk menunjukkan bagaimana menggunakan IFS, kami akan membuat demo untuk melihat penjual-penjual mana saja yang berhak mendapatkan bonus komisi.

Penjual yang berhak mendapatkan bonus komisi adalah mereka dengan penjualan di atas 15,000,000. Bila berhak, berikan nilai teks Ya. Sebaliknya, nilai teks Tidak.

(Demo 01) Berikut bagaimana menggunakan fungsi IFS Excel dalam bentuk standar.

  1. Pada cell D2, ketikkan =IFS(.
  2. Ketikkan , atau pemisah daftar berlaku lainnya.
  3. Ketikkan B2>15000000. Ini ada evaluasi pertama.
  4. Lanjutkan dengan mengetikkan pemisah daftar ,.
  5. Ketikkan "Ya". Bagian akan dijalankan bila evaluasi pertama bernilai TRUE.
  6. Ketikkan ,.
  7. Ketikkan TRUE.
  8. Ketikkan ,.
  9. Ketikkan "Tidak".
  10. Akhiri rumus dengan menuliskan ) untuk menutup fungsi IFS Excel.
  11. Tekan Enter dan copykan rumus D2 dari D3 sampai D6.
Gambar 02. Cara menggunakan rumus IFS di Excel dengan banyak kondisi.
Gambar 01. Cara menggunakan rumus IFS di Excel.

Rumus akan melihat apakah ada penjualan di atas 15,000,000. Bila ada (TRUE), rumus akan menampilkan nilai Ya.

Evaluasi dengan hardcode nilai TRUE diikuti dengan nilai yang sesuai seperti TRUE, "Tidak" berarti untuk nilai-nilai penjualan selain di atas 15,000,000 nilai Tidak akan tampil. Bagian ini sepadan bila evaluasi bernilai FALSE di fungsi IF.

Catatan: Bila bingung dengan bagian TRUE, “Tidak”, perlu teman-teman ketahui bahwa nilai logika TRUE dan FALSE sendiri menjadi ekspresi logika.
Dalam konteks ini, nilai ekspresi akan selalu TRUE agar nilai Tidak bisa dieksekusi.

Cara Menggunakan Fungsi IFS Excel dengan Banyak Kondisi

Demo 01 menunjukkan bagaimana menggunakan IFS dengan dua kondisi, yaitu B2>15000000 dan nilai hardcode TRUE.

Demo kali ini akan lebih menunjukkan kekuatan IFS dalam menangani banyak kondisi.

Melanjutkan Demo 01, bonus komisi tidak hanya diberikan pada mereka dengan nilai penjualan di atas 15,000,000. Manajemen melakukan perubahan dengan memberikan bonus komisi secara progresif tergantung pada nilai penjualan.

  • Nilai penjualan di atas 15,000,000 mendapat bonus komisi 15%.
  • Penjualan di atas 10,000,000 sampai 15,000,000 mendapat bonus 10%.
  • Penjualan di atas 5,000,000 sampai 10,000,000 mendapat bonus 5%.
  • Selebihnya mendapat 2% bonus komisi.

Semua bonus komisi dihitung dari komisi standar.

(Demo 02) Berikut cara menggunakan fungsi IFS Excel dengan banyak kondisi.

  1. Pada cell D2, ketikkan =IFS(.
  2. Ketikkan B2>15000000, C2*15%. Bagian ini adalah evaluasi pertama dan nilai yang dieksekusi bila evaluasi bernilai TRUE.
  3. Ketikkan pemisah daftar ,.
  4. Lanjutkan dengan B2>10000000, C2*10%. Bagian ini adalah evaluasi kedua dan nilai yang ditampilkan bila evaluasi bernilai TRUE. Evaluasi kedua hanya dijalankan bila evaluasi pertama bernilai FALSE.
  5. Ketikkan pemisah daftar ,.
  6. Ketikkan B2>5000000, C2*5%. Bagian ini hanya adalah evaluasi ketiga dan nilai yang ditampilkan bila bernilai TRUE. Bagian ini hanya ditampilkan bila evaluasi kedua bernilai FALSE.
  7. Ketikkan pemisah daftar ,.
  8. Ketikkan TRUE, C2*5%. Bagian ini adalah untuk nilai-nilai penjualan yang tidak memenuhi kriteria mana pun, yaitu yang berada di bawah atau sama dengan 5,000,000.
  9. Akhiri rumus dengan memberikan ) untuk menutup rumus IFS.
  10. Tekan Enter dan copykan rumus D2 ke cell-cell D3 sampai D6.
Gambar 01. Cara menggunakan rumus IFS di Excel.
Gambar 02. Cara menggunakan rumus IFS di Excel dengan banyak kondisi.

Membandingkan Fungsi IFS Excel dengan IF

Sampai sini, teman-teman mungkin sudah mengetahui bagaimana fungsi IFS Excel bekerja dan bagaimana fungsi ini berbeda dengan IF. Tapi, seberapa berbeda?

Kembali pada Demo 02, rumus yang kita gunakan adalah:

=IFS(B2>15000000, 15%*C2, B2>10000000, 10%*C2, B2>5000000, 5%*C2, TRUE, 2%*C2)

Bila diterjemahkan ke fungsi IF, rumus di atas menjadi:

=IF(B2>15000000, 15%*C2, IF(B2>10000000, 10%*C2, IF(B2>5000000, 5%*C2, 2%*C2)))

Perhatikan bagaimana rumus kedua terlihat lebih kompleks dan panjang daripada rumus pertama untuk hasil yang sama.

Bila untuk rumus pendek, keduanya bisa digunakan. Untuk rumus lebih panjang dengan banyak kriteria, IFS lebih mudah dibaca.

Namun, IFS dengan terlalu banyak kondisi juga akan berakhir sama seperti IF. Karena itu, berhati-hatilah dalam menggunakan keduanya.

Penutup

Fungsi IFS di Excel memberikan cara yang lebih bersih dan mudah dipahami untuk menangani banyak kondisi dibandingkan IF bersarang. Dengan struktur kondisi → hasil yang lebih teratur, kita dapat membangun logika keputusan yang lebih jelas, minim error, dan jauh lebih mudah dipelihara.

Ketika digunakan bersama fungsi lain seperti SWITCH, AND, OR, atau fungsi teks dan angka, IFS menjadi alat yang sangat fleksibel untuk membuat kategori otomatis, validasi data, hingga perhitungan berbasis aturan yang kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *