Lompat ke konten
Home » Blog » Fungsi INT di Excel: Cara Membulatkan Angka ke Bawah ke Bilangan Bulat untuk Perhitungan Diskrit

Fungsi INT di Excel: Cara Membulatkan Angka ke Bawah ke Bilangan Bulat untuk Perhitungan Diskrit

Share :

Fungsi INT adalah salah satu fungsi pembulatan paling sederhana di Excel. INT juga mudah salah dimengerti, terutama dalam perbedaannya dengan ROUNDDOWN dan TRUNC.

INT berguna untuk perhitungan diskrit, unit utuh, waktu, batch, atau konversi berbasis bilangan bulat, tanpa mengubah dasar angka itu sendiri.

Artikel ini membahas mengenai fungsi INT Excel: definisi, kapan menggunakannya, kiat penggunaan, contoh-contoh, serta kesalahan umum yang mungkin terjadi.

File: fungsi-int-excel.xlsx

Apa Itu Fungsi INT di Excel?

INT adalah fungsi Excel yang membulatkan ke bawah ke bilangan bulat terdekat, tanpa mempertimbangkan jumlah digit desimal.

Sintaksis
INT(number)
  • number (wajib): Nilai numerik yang ingin dibulatkan ke bawah.

Fungsi ini akan selalu membulatkan ke bawah, terlepas dari apakah angka tersebut positif atau negatif.

  • =INT(4,99) akan menghasilkan 4, hasilnya sama seperti ROUNDDOWN
  • =INT(-4,99) menghasilkan -5.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Fungsi INT?

Fungsi INT berguna dalam situasi-situasi berikut:

  • Menentukan jumlah unit utuh. Contoh: Menghitung berapa kotak yang bisa diisi dengan barang tanpa melebihi kapasitas.
  • Mengelola data waktu. Contoh: Mengonversi jam desimal ke jam bulat.
  • Mengolah data keuangan. Contoh: Membulatkan angka diskon, pajak, atau nilai transaksi ke bawah untuk analisis konservatif.
  • Mengelompokkan data: Membagi data menjadi kelompok bulat tanpa sisa pecahan.

INT cocok digunakan saat kita perlu memastikan hasil perhitungan tidak melebihi nilai tertentu, atau ketika bagian pecahan dari angka tidak relevan untuk analisis.

Tips Menggunakan Rumus INT

  • Pastikan semua argumen adalah numerik: INT hanya mampu mengolah angka, tidak teks.
  • Gabungkan dengan fungsi-fungsi lain, seperti IF atau MOD untuk memperluas fungsinya.
  • Perhatikan angka negatif: INT selalu membulatkan ke bawah, sehingga untuk angka negatif hasilnya lebih kecil dari nilai asli.
  • Gunakan dalam pengolahan data secara kelompok untuk meningkatkan efisiensi.

Contoh Rumus INT di Excel

Mencatat Suhu Freezer Penyimpanan Vaksin (INT dengan Negatif)

Sensor freezer menunjukkan suhu dalam angka desimal. Teknisi mencatat suhu lewat pembulatan ke bawah dengan INT untuk menghindari tim kualitas salah menilai stabilitas vaksin (vaksin tidak boleh disimpan di ruang lebih hangat).

=INT(B2)
Membulatkan suhu freezer penyimpanan vaksin dengan INT Excel.

Perhitungan Waktu & Usia Dasar

Sebuah perusahaan mengadakan acara jalan-jalan ke Jepang. Karyawan yang boleh ikut adalah mereka yang sudah bekerja minimal 2 tahun.

HR menghitung lama kerja masing-masing karyawan. Rumus menggunakan INT untuk mengambil hanya tahun penuh dan mengabaikan kelebihan bulan.

=INT(($B$1-B4)/365,24)
Menghitung dan membulatkan usia dengan INT.

Menghitung Usia Batch Manufaktur dalam Hari Penuh

Sebuah perusahaan menggunakan sistem FIFO untuk distribusi barang. Manajer gudang melacak produk-produk mana saja yang diproduksi lebih awal untuk didistribusikan terlebih dahulu. Fungsi INT mengambil hanya hari produksi dan mengabaikan waktu.

=INT($B$1-B4)
Menghitung usia batch manufaktur.

Menentukan Zona Pengiriman Berdasarkan Jarak

Perusahaan ekspedisi menghitung jarak tempuh dari setiap pemesanan untuk menentukan tarif progresif yang perlu dikenakan kepada pelanggan.

=INT(B4/$B$1)+1
Menentukan zona pengiriman berdasarkan jarak.

Menghitung Kapasitas Penyimpanan Digital

Vendor menjual harddisk berdasarkan perhitungan gigabytes desimal, sementara komputer menghitung kapasitas berdasarkan gigabytes biner.

Departemen IT ingin mengetahui besaran efektif dari setiap penyimpanan untuk merencanakan sistem backup.

=INT(B2*1000^3/1024^3)
Menghitung kapasitas penyimpanan digital untuk backup.

Menghitung Langkah Pengenceran Serial (Kimia)

Seorang peneliti sedang menyiapkan serangkaian eksperimen yang membutuhkan pengenceran larutan. Setiap eksperimen memiliki konsentrasi awal (Initial Concoction) yang berbeda. Dengan menggunakan faktor pengenceran (Dilution Factor), peneliti harus menentukan berapa kali larutan itu harus diencerkan untuk mencapai konsentrasi target (Target Concoction). Rumus menggunakan INT untuk menghindari hasil desimal (karena tidak ada percobaan 0,2 atau 0,5 kali).

=INT(LN(B2/D2)/LN(F2))
Menghitung jumlah langkah pengenceran bahan.

Menghitung Ukuran Blok Kompresi Data

Seorang teknisi sedang memeriksa berapa besar dari setiap file yang bisa dikompresi untuk perencanaan sistem backup mereka. Software kompresi tidak mengompresi seluruh ukuran file, tetapi berdasarkan blok‑blok data dengan ukuran tetap. Jika sebuah file tidak mengisi satu blok penuh, sisa blok itu tidak bisa dikompresi—tetap dihitung apa adanya.

INT(B2/C2)*C2
Menghitung besaran ukuran file yang dapat dikompres untuk backup data.

Simulasi Monte Carlo untuk Peristiwa Diskrit

Di sebuah service center, seorang analis mencoba memprediksi berapa banyak orang yang akan datang setiap jam. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis, analis menjalankan simulasi sebanyak 1000 kali untuk setiap sesi di dalam rentang minimum dan maksimum kedatangan, lalu menjumlahkan dan membagi hasilnya dengan jumlah simulasi untuk memperkirakan total yang mungkin terjadi. INT memastikan hasilnya bulat ke bawah (tidak ada jumlah orang desimal).

=INT(SUM(RANDARRAY(D2; 1; B2; C2; FALSE))/1000)
Simulasi Monte Carlo untuk estimasi kedatangan pelanggan.

Kesalahan Umum Rumus INT dan Solusinya

MasalahPenyebabSolusi
Hasil #VALUE!Input bukan angkaPastikan argumen atau cell adalah angka. Gunakan fungsi VALUE jika perlu konversi
Hasil tidak sesuai harapan untuk angka negatifINT membulatkan ke bawah, bukan ke nolGunakan fungsi ROUND jika ingin pembulatan ke nol
Hasil pembulatan tidak sesuai ekspektasiSalah menggunakan fungsi pembulatanGunakan fungsi pembulatan yang lebih sesuai
Rumus error saat digabung dengan fungsi lainSintaksis tidak tepat, urutan fungsi salahPeriksa urutan penulisan dan tanda kurung, gunakan bantuan Formula Auditing

Perbandingan INT vs ROUNDDOWN (Teknis & Use Case)

AspekINTROUNDDOWN
Tujuan UtamaMengambil bilangan bulat ke bawahMembulatkan ke bawah dengan presisi (jumlah digit tertentu)
Perilaku Angka Positif4,9 → 44,9 → 4 (num_digits=0)
Perilaku Angka Negatif-4,1 → -5 (selalu turun)-4,1 → -4 (menuju nol)
Pembulatan DesimalTidak bisaBisa (Misal: 4,987 → 4,98)
Pembulatan ke Puluhan/RatusanTidak bisaBisa dengan num_digits negatif (Misal: -1, -2)
Jenis PembulatanDiskrit → selalu ke bilangan bulatPresisi → bisa ke desimal atau kelipatan digit
Kapan DigunakanSaat butuh unit utuh, batch, waktu, iterasi, atau integer murniSaat butuh pembulatan konservatif dengan kontrol digit (keuangan, kuota, kapasitas)
Perilaku pada Data NegatifLebih ekstrem (turun ke bilangan bulat lebih kecil)Lebih aman (menuju nol)
Kasus penggunaanMenghitung hari penuh, batch penuh, blok data, usia tahun penuhPembagian dana, pembulatan desimal, pembulatan ke puluhan/ratusan, perhitungan pajak atau diskon
KesamaanSama‑sama membulatkan ke bawahSama‑sama membulatkan ke bawah

Kesimpulan

Fungsi INT adalah fungsi sederhana dan tepat untuk perhitungan berbasis bilangan bulat. Fungsi ini memastikan hasil tidak pernah melebihi nilai asli, menjadikannya ideal untuk perhitungan konservatif, unit utuh, batch, waktu, dan simulasi diskrit.

Dengan memahami perilaku angka negatif, kombinasi fungsi, dan konteks penggunaan, kita dapat memanfaatkan INT dalam potensi tertingginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *