Lompat ke konten
Home » Blog » Fungsi ROUNDUP di Excel: Cara Membulatkan Angka ke Atas untuk Kapasitas, Material, dan Perhitungan Risiko

Fungsi ROUNDUP di Excel: Cara Membulatkan Angka ke Atas untuk Kapasitas, Material, dan Perhitungan Risiko

Share :

Dalam banyak skenario bisnis dan teknis, pembulatan standar (ROUND) tidak cukup. Ada situasi di mana kekurangan sekecil apa pun tidak boleh terjadi—misalnya dalam logistik, manufaktur, kapasitas ruang, atau perhitungan risiko.

Di sinilah fungsi ROUNDUP menjadi penting karena tidak tidak mengikuti aturan pembulatan matematika biasa. ROUNDUP selalu membulatkan ke atas, bahkan jika desimalnya sangat kecil.

ROUNDUP bukan sekadar variasi dari ROUND—tapi juga fungsi untuk margin keamanan, buffer operasional, dan perhitungan konservatif.

Apa Itu Fungsi ROUNDUP di Excel?

Fungsi ROUNDUP membulatkan angka ke atas menuju nilai absolut yang lebih besar, tanpa mempertimbangkan nilai desimal.

Sintaksis
ROUNDUP(number; num_digits)
  • number (wajib): Angka yang ingin dibulatkan ke atas.
  • num_digits (wajib): Jumlah digit yang diinginkan setelah tanda desimal.
    • Positif: Pembulatan terhadap digit di belakang koma
    • Nol: Pembulatan ke satuan terdekat
    • Negatif: Pembulatan di depan koma, yaitu puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya

ROUNDUP akan selalu membulatkan angka ke atas menuju nilai absolut lebih besar, terlepas dari nilai desimalnya. Misal, =ROUNDUP(3,1415; 2) menghasilkan 3,15, sedangkan =ROUNDUP(-3,1415; 2) menjadi -3,15.

Kapan Menggunakan Fungsi ROUNDUP?

ROUNDUP sangat berguna dalam situasi di mana pembulatan ke atas diperlukan untuk memastikan tidak ada kekurangan, seperti:

  • Perhitungan kebutuhan material. Menghitung jumlah lembar bahan yang diperlukan, di mana kekurangan satu unit saja bisa berakibat fatal.
  • Kapasitas transportasi/logistik: Saat menentukan jumlah kendaraan atau kontainer, lebih baik membulatkan ke atas agar tidak overload.
  • Penjadwalan shift kerja: Untuk memastikan setiap jam kerja tercakup penuh, tanpa kekosongan waktu.
  • Perhitungan risiko dan regulasi. Regulator tidak menerima angka pas-pasan.
  • Perhitungan batch produksi. Batch harus mencukupi kebutuhan meskipun ada variasi hasil.

Tips Menggunakan Rumus ROUNDUP

  • Pastikan num_digits sesuai konteks: Nilai negatif membulatkan ke puluhan/ratusan, nol ke bilangan bulat, positif ke desimal.
  • Gunakan rumus array untuk pembulatan massal, misal pembagian stok ke banyak cabang sekaligus.
  • Kombinasikan dengan IF, SUM, atau fungsi logika lain untuk solusi otomatisasi atau perluasan fungsi.
  • Selalu cek hasil pembulatan, terutama untuk angka negatif, karena arah pembulatan selalu menjauhi nol.

Contoh Rumus ROUNDUP di Excel

Pembulatan Kebutuhan Material

Seorang penjahit membutuhkan kain seluas 2,13 meter persegi untuk membuat satu seragam sekolah. Penjahit tersebut membulatkan pesanan kain menjadi 2,2 meter persegi untuk menghindari kemungkinan kekurangan bahan saat pembuatan.

=ROUNDUP(B2; 1)
Pembulatan ke atas kebutuhan material dengan rumus ROUNDUP.

Pembulatan Estimasi Waktu Pengiriman

Sebuah perusahaan ekspedisi membuat estimasi waktu kirim barang ke penerima. Untuk menghindari pelanggan kecewa karena barang belum sampai sesuai janji waktu, perusahaan membulatkan estimasi waktu ke atas.

=ROUNDUP(B2; 1)
Pembulatan estimasi waktu pengiriman ke atas.

Pembulatan Jumlah Kotak yang Dibutuhkan

Sebuah perusahaan pembuat pensil menjual produk mereka dalam kemasan per 20 item. Pemesan harus menaikkan jumlah pesanan mereka, sesuai kemasan, untuk menghindari produk tercecer dari sisi pembuat pensil.

=ROUNDUP(B2/20; 0)
Pembulatan ke atas berdasarkan jumlah kemasan standar.

Pembulatan Minimum Order Quantity (MOQ)

Rumus berikut mirip dengan sebelumnya. Rumus menghitung jumlah unit, alih-alih jumlah kemasan. Artinya, untuk kebutuhan sebanyak 79 dan dengan pemesanan kelipatan 20, pemesan harus memesan sebanyak 80 item.

=ROUNDUP(B2/20; 0)*20
Menghitung minimum order quantity (MOQ) dengan ROUNDUP.

Pembulatan Slot Ruang Meeting

Di suatu kantor, penggunaan ruang meeting selalu dibulatkan ke kelipatan 15 menit di atas. Jika meeting menghabiskan waktu selama 2 jam 52 menit, penggunaan akan dibulatkan menjadi 3 jam.

Rumus menggunakan kombinasi dengan TIME untuk akurasi waktu lebih baik.

=ROUNDUP(B2/TIME(0; 15; 0); 0)*TIME(0; 15; 0)
Membulatkan waktu pemakaian ruang meeting ke 15 menit di atas terdekat.

Perhitungan Kursi Langganan SaaS

Sebuah vendor piranti lunak menghitung jumlah lisensi yang akan dijual kepada pelanggan. Setiap pelanggan memiliki kebutuhan piranti lunak dan jumlah pengguna yang berbeda.

Vendor menjual piranti lunak berdasarkan kelipatan tertentu. Sebagai contoh, dengan jumlah lisensi kelipatan 10 unit, pelanggan harus membayar sebanyak 50 unit untuk 47 pengguna aktif.

=ROUNDUP(CEILING.MATH(B2; C2); 0)
Membulatkan jumlah lisensi software yang berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Buffer Modal Regulasi (Basel III)

Setiap bulan, seorang analis risiko menghitung berapa banyak modal yang wajib disediakan bank berdasarkan Risk‑Weighted Assets (RWA), rasio Capital Requirement, dan tambahan Conservation Buffer sesuai regulasi. Ia memasukkan angka-angka yang dibutuhkan ke dalam rumus ROUNDUP(RiskWeightedAssets * CapitalRequirement + ConservationBuffer; -5) dan menggunakan ROUNDUP untuk membulatkan hasil sampai ratusan ribu terdekat. Pembulatan ke atas penting karena regulator tidak menerima angka pas-pasan; modal wajib selalu melebihi batas minimum.

=ROUNDUP(B2*C2 + D2; -5)
Menentukan buffer modal agar sesuai regulasi.

Penentuan Ukuran Batch Farmasi

Di sebuah fasilitas farmasi, seorang perencana produksi menghitung berapa banyak batch yang harus dibuat untuk memenuhi pesanan vaksin baru. Batch tidak selalu menghasilkan jumlah dosis yang sempurna—selalu ada risiko kontaminasi, variasi proses, dan kehilangan selama pengemasan. Karena itu, ia menggunakan rumus =ROUNDUP(RequiredDoses / (YieldPerBatch * ConfidenceLevel); 0) agar jumlah batch selalu dibulatkan ke atas, memberi ruang aman bagi ketidakpastian produksi. Cara ini memastikan bahwa pasien tetap mendapatkan dosis yang mereka butuhkan, dan pabrik tidak pernah kekurangan stok.

=ROUNDUP(B2/(C2*D2);0)
Menentukan ukuran batch dalam produksi obat-obatan.

Perhitungan Faktor Keamanan Teknik Struktural

Seorang insinyur menghitung jumlah komponen yang dibutuhkan untuk proyek gedung baru. Ia tahu bahwa beban rencana tidak pernah benar‑benar pasti—angin bisa lebih kencang, material bisa sedikit bervariasi, dan kondisi lapangan sering berubah. Untuk perhitungan, ia menggunakan rumus ROUNDUP(DesignLoad * SafetyFactor / MaterialStrength; 0) * StandardComponentSize. Pembulatan ke atas dilakukan untuk memastikan jumlah komponen selalu tersedia.

=ROUNDUP(B2*C2/D2; 0)*E2
Perhitungan faktor keamanan pembangunan gedung dengan ROUNDUP.

Masalah Umum Rumus ROUNDUP dan Solusinya

KesalahanPenyebabSolusi
Error #VALUE!number atau num_digits bukan angkaPastikan keduanya numerik
Hasil tidak sesuainum_digits salahSesuaikan dengan kebutuhan pembulatan
Pembulatan negatif membingungkanROUNDUP selalu membulatkan menjauhi nolPahami konsep dasar ROUNDUP
Hasil tampilan berbedaFormat cell tidak sesuaiUbah format ke Number

Kesimpulan

ROUNDUP adalah fungsi pembulatan yang dirancang untuk keamanan, kecukupan, dan kepastian. ROUNDUP memastikan hasil perhitungan tidak pernah kurang dari kebutuhan minimum. Dengan memahami cara kerja, konteks penggunaan, dan kombinasi rumus yang tepat, ROUNDUP dapat menjadi alat yang sangat kuat dalam perencanaan, analisis, dan pengambilan keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *